Simak Ulasan Seputar Penyebab Keputihan dan Cara Mengatasinya

Keputihan merupakan sesuatu yang normal terjadi pada setiap wanita. Keputihan sendiri merupakan cairan putih yang keluar dari vagina yang diproduksi oleh kelenjar serviks. Keputihan memiliki fungsi untuk membawa bakteri dan sel-sel yang telah mati keluar dari tubuh. Keputihan menjadi tidak wajar dan perlu diwaspadai jika keluar dalam jumlah yang berlebihan, berwarna kekuningan atau kecoklatan, hingga disertai dengan rasa gatal di sekitar area miss V. Tentu hal ini tidak normal dan perlu disembuhkan.

Keputihan yang tidak normal (abnormal) bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti infeksi jamur, bakteri, dan parasit, penggunaan celana yang terlalu ketat, aktivitas seksual yang berlebihan, stres berlebihan, penggunaan pantiliner, atau merupakan gejala dari penyakit tertentu. Ciri-ciri yang ditunjukkan pada masing-masing wanita bisa berbeda-beda. Namun jika mengalami salah satu ciri-ciri yang berikut ini, seperti keluar dalam jumlah yang berlebihan, berwarna kekuning-kuningan ataupun kecoklatan, memiliki bau yang menyengat, memiliki tekstur yang lengket, serta menimbulkan rasa gatal dan nyeri maka perlu di periksakan segera ke dokter.

Disamping mencoba berobat ke dokter, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya, yaitu:

1. Mengompres area miss V dengan air dingin agar pembengkakan dan rasa gatal berkurang.
2. Untuk keputihan yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan antibiotik, rajinlah mengkonsumsi yogurt agar resiko infeksi jamur lebih rendah.
3. Untuk keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur, pergunakan gel atau krim anti jamur.
4. Menggunakan kondom saat berhubungan seksual atau menunda berhubungan seksual selama beberapa waktu setelah pengobatan.

Setelah melakukan upaya pengobatan seperti yang dijelaskan di atas, Anda juga perlu menghindari beberapa hal yang bisa memicu keputihan abnormal terjadi lagi. Beberapa hal tersebut, antara lain:

1. Menjaga vagina dalam kondisi tetap kering, seperti dengan menggunakan celana yang tidak ketat, menggunakan celana dari bahan katun, membasuh bagian miss V dari depan ke belakang saat buang ari kecil, dll.
2. Hindari menggunakan cairan pembersih vagina karena bisa merusak keseimbangan alami bakteri dan jamur pada vagina. Cukup pergunakan air hangat dan sabun dengan aroma yang tidak kuat saja untuk membersihkannya.
3. Hindari penggunaan parfum ataupun bedak pada area vagina.
4. Hindari penggunaan bahan-bahan yang memicu terjadinya iritasi dan keputihan abnormal pada vagina, seperti menggunakan detergent berbahan keras untuk mencuci celana dalam, menggunakan pembalut beraroma kuat atau berparfum, serta menggunakan tissue toilet beraroma.
5. Mengkonsumsi yoghurt atau suplemen makanan yang mengandung lactobacillus.
6. Mengganti pembalut dengan teratur saat mengalami menstruasi.
7. Hindari berendam di dalam air panas terlalu sering.
8. Cuci pakaian dalam menggunakan air hangat.
9. Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi seimbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *