Sering Mengkonsumsi Es Teh? Kenali Dampaknya Pada Kesehatan Berikut Ini!

Indonesia yang memiliki iklim tropis membuat masyarakatnya gemar mengkonsumsi minuman dingin. Salah satu yang menjadi favorit banyak orang adalah es teh dimana sering dijual dengan harga murah meriah. Selain disajikan langsung dengan gelas, es teh juga bisa Anda beli dalam kemasan botol plastik. Namun meski menyegarkan, sayangnya gemar minum es teh ternyata juga membawa pengaruh buruk untuk kesehatan. Bagi Anda yang sering membeli atau membuat es teh di rumah, perlu mengetahui terlebih dahulu bahaya kesehatan apa yang bisa ditimbulkan dari minuman segar ini:

1. Batu ginjal.
Daun teh mengandung asam oksalat cukup tinggi. Asam oksalat sendiri di dalam tubuh bisa menyerap kalsium dan membentuk kristal yang tidak larut dalam urine. Semakin sering Anda mengkonsumsi teh maka semakin banyak kalsium yang terserap dan semakin banyak kristal yang terbentuk. Kristal-kristal tersebut mengendap di dalam ginjal dan membentuk batu ginjal.

2. Diabetes.
Es teh manis lebih disukai dibandingkan es teh tawar. Semakin sering Anda mengkonsumsi es teh manis maka akan semakin banyak kandungan gula yang masuk ke dalam tubuh. akibatnya tubuh akan mengalami kelebihan kadar zat gula atau diabetes yang bisa menjadi penyebab berbagai komplikasi penyakit. Selain diabetes, kadar gula berlebih dan es juga bisa menjadi penyebab kegemukan.

3. Mengganggu keseimbangan elektrolit.
Mengkonsumsi es teh manis setelah makan yang terasa menyegarkan justru membuat tubuh lebih beresiko terkena dehidrasi. Segarnya es membuat Anda merasa lebih lama kenyang sehingga tidak minum yang lain. Selain itu teh juga mengganggu penyerapan elektrolit sehingga tubuh mengalami defisiensi elektrolit.

4. Tekanan darah tinggi.
Bukan hanya kopi yang mengandung kafein, namun juga teh meski tak sebanyak kandungannya di dalam kopi. Kandungan kafein pada teh ini juga bisa menyebabkan gangguan tekanan darah tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

Suka minum es teh yang segar memang bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Namun agar tetap sehat, Anda perlu membatasi jumlahnya apalagi jika sudah memiliki riwayat penyakit seperti yang disebutkan di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *