Kenali Gejala Tifus Pada Anak dan Cara Penanganan Pertamanya

Tifus merupakan salah satu penyakit infeksi karena bakteri yang sering diderita oleh masyarakat Indonesia. Tifes kerap menjadi penyakit endemik di suatu wilayah terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. Meski ia bisa menyerang anak hingga orang dewasa, namun penderita anak-anak lebih rentan mengalami komplikasi karena membutuhkan pengobatan dan perawatan yang lebih lama. Hal ini juga disebabkan gejala tifus nampak similar dengan penyakit demam biasa sehingga terlambat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Bagi Anda ibu dengan anak usia dibawah 9 tahun, ada baiknya untuk menambah pengetahuan seputar penyakit infeksi ini sehingga ketika timbul gejala demam pada anak, Anda bisa membedakan mana demam biasa dan mana gejala tifus yang perlu lebih diwaspadai untuk melakukan pengobatan pertama dengan tepat. Berikut ini adalah gejala-gejala yang umum terjadi pada penderita tifus:

• Demam.
Anak akan mengalami demam tinggi hingga 39 – 40 derajat celcius. Demam ini terjadi setelah 1 minggu bakteri masuk ke dalam tubuh. Demam akan disertai dengan rasa tidak nyaman sehingga anak menjadi mudah rewel. Di fase ini anak juga sudah sering merasa lelah atau lemas seperti hilang tenaga. Ia akan lebih banyak berdiam diri atau tiduran di rumah.

• Mengalami gangguan di pencernaan.
Bakteri salmonella tiphosa akan menyerang saluran pencernaan terutama di bagian usus. Hal ini berakibat pada feses yang menjadi cair atau diare. Anak juga akan mengalami rasa nyeri terutama di bagian perut sebelah kiri dimana terdapat usus dua belas jari yang terinfeksi oleh bakteri.

• Kurang nafsu makan.
Rasa tidak enak badan, nyeri di bagian perut dan demam akan membuat anak kurang nafsu makan. Mulutpun akan mulai terasa pahit yang membuat rasa makanan menjadi tidak enak. Namun jangan biarkan anak tanpa asupan makanan karena makanan dibutuhkan untuk membantu pengobatannya.

• Warna lidah memutih.
Penderita tifus juga akan mengalami gejala perubahan warna lidah yang semula merah menjadi lebih putih.

Jika gejala-gejala tersebut terjadi pada si kecil, jangan tunggu berlama-lama dan segeralah bawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Selain mengkonsumsi obatnya secara teratur, pastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup agar infeksi tidak menjalar ke bagian tubuh lainnya. Berikan cairan seperti air putih, air kelapa dan jus buah untuk menjaga agar suhu tubuh si kecil lebih terkendali dan mencegahnya mengalami dehidrasi.

Karena tifus disebabkan oleh bakteri, maka pengobatan yang dilakukan akan melibatkan konsumsi antibiotik. Pastikan anak Anda mengkonsumsi obat dengan benar, tepat dan habis sehingga infeksi bisa disembuhkan dengan tuntas dan tubuh tidak mengalami resistensi. Lakukan pencegahan terhadap tifus dengan cara melakukan pembersihan lingkungan dan sanitasi. Ajarkan anak untuk sering mencuci tangan agar tak ada kuman dan bakteri yang ikut masuk saat ia menyentuhkan tangannya ke dalam mulut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *